Efektivitas redesain alat tenun terhadap keluhan muskuloskeletal disorders penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba

The effect of loom redesain on musculoskeletal disorders complaints of Le'leng Tope Salrong Weavers in Tanah Toa Village, Kajang District, Bulukumba Regency

https://doi.org/10.47539/jktp.v8i2.484

Authors

  • Ahmad Kurniawan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Fatmawaty Mallapiang Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Azriful Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Fany Lairin Djala Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Mandiri Poso

Keywords:

Alat tenun ergonomis, musculoskeletal disorders, penenun

Abstract

Penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, masih banyak menggunakan alat tenun tradisional yang belum memenuhi prinsip ergonomi. Kondisi kerja tersebut menuntut postur tubuh yang tidak ergonomis, gerakan berulang, dan durasi kerja yang panjang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas redesain alat tenun ergonomis terhadap penurunan keluhan MSDs pada penenun Sarung Tope Le’leng. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasiexperimental yang melibatkan 30 penenun, terdiri atas kelompok kontrol (n = 15) yang menggunakan alat tenun konvensional dan kelompok intervensi (n = 15) yang menggunakan alat tenun hasil redesain ergonomis. Intervensi dilaksanakan selama 16 hari. Data keluhan MSDs dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keluhan MSDs pada kelompok intervensi menurun dari 2,9 ± 0,5 pada awal pengukuran menjadi 1,8 ± 0,4 pada hari ke-16, sedangkan pada kelompok kontrol skor keluhan meningkat dari 1,8 ± 0,6 menjadi 3,2 ± 0,8. Perbedaan keluhan MSDs antara kelompok intervensi dan kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan sejak hari ke-3 hingga hari ke-16 (Z = −5,012; p < 0,001). Selain itu, pada kelompok intervensi terjadi penurunan keluhan MSDs yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan alat tenun hasil redesain (Z = −4,645; p < 0,001). Redesain alat tenun ergonomis efektif dalam menurunkan keluhan MSDs pada penenun Sarung Tope Le’leng.

Le’leng Tope sarong weavers in Tanah Toa Village, Kajang District, Bulukumba Regency, still predominantly use traditional looms that do not meet ergonomic principles. These working conditions require non-ergonomic postures, repetitive movements, and prolonged working durations, thereby increasing the risk of musculoskeletal disorders (MSDs). This study aimed to analyze the effectiveness of ergonomic loom redesign in reducing MSD complaints among Le’leng Tope sarong weavers. This study employed a quantitative quasi-experimental design involving 30 weavers, consisting of a control group (n = 15) using conventional looms and an intervention group (n = 15) using ergonomically redesigned looms. The intervention was conducted over a 16-day. MSD complaints were assessed using the validated and reliable Nordic Body Map questionnaire. The results showed that the mean MSD complaint score in the intervention group decreased from 2.9 ± 0.5 at baseline to 1.8 ± 0.4 on day 16, whereas the control group showed an increase from 1.8 ± 0.6 to 3.2 ± 0.8. Differences in MSD complaints between the intervention and control groups were significant from day 3 through day 16 (Z = −5.012; p < 0.001). In addition, a significant reduction in MSD complaints was observed in the intervention group before and after the use of the redesigned loom (Z = −4.645; p < 0.001). Ergonomic redesign of the loom is effective in reducing MSD complaints among Le’leng Tope sarong weavers.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriansyah, M., Mallapiang, F., & Ibrahim, H. (2019). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculosceletal Disorders (MSDs) pada Penenun Lipa’ Sa’be Mandar di Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Higiene : Environmental Health Journal, 5(2), 79–85.

Anggriani, Y., Ramdan, I. M., & Lusiana, D. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Kelelahan Mata Pada Pengrajin Sarung Tenun Kota Samarinda. Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan, 4(8), 505. Https://Doi.Org/10.35963/Hmjk.V4i8.152

Arniati, Asdar, Andi, A. A., Warda, & Hakmal, T. (2022). Analisis Tingkat Kelayakan Usaha Industri Rumah Tangga Sarung Hitam (Tope Le’leng) Desa. YUME : Journal Of Management, 5(3), 441–453. Https://Doi.Org/10.37531/Yume.Vxix.547

Bhastary, M. D., & Suwardi, K. (2018). Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT.Samudera Perdana. JURNAL MANAJEMEN DAN KEUANGAN, 3(3), 69. https://doi.org/10.35697/jrbi.v3i3.946

Cristiyanti, C., Wahyu, A., & Muis, M. (2022). Pengaruh Sikap Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Operator Terminal Petikemas Makassar. Hasanuddin Journal Of Public Health, 3(2), 201–211. Https://Doi.Org/10.30597/Hjph.V3i2.21972

Choiru Zulfa, M., & Azzat, N. (2023). Perancangan Ulang Kursi Kerja Tenun Ikat Untuk Mengurangi Musculosceletal Disorders Menggunakan Metode 113 Antropometri. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 8(1), 8–13. http://jurnal.umpalembang.ac.id/index.php/integrasi

Dewi, N.L.P.J.P., Sutajaya, I M., dan Sri Ratna Dewi, N.P. (2019). Senam Ergonomik Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal dan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati Buleleng. Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha. 6(3), 103-111.

Helmina, Diani, N. and Hafifah, I. (2019) “Hubungan Umur, Jenis Kelamin, Masa Kerja dan Kebiasaan Olahraga dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Perawat”, Caring Nursing Jounal, 3(1), pp. 23–30. Available at: journal.umbjm.ac.id/index.php/caring-nursing.

Husain, S. B., Puryanti, L., & Setijowati, A. (2021). Komunitas Berbaju Hitam: Sejarah, Perempuan, dan Pendidikan dalam Masyarakat Adat Tana Towa Kajang, Sulawesi Selatan. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 6(1), 57–67. https://doi.org/10.14710/jscl.v6i1.38335

International Labour Organization (ILO). (2023). International Labour Conference adds safety and health to Fundamental Principles and Rights at Work.

Jehaman I, Julintina M, Br Ginting LR, Berampu S, Jannah M. (2021). Hubungan Masa Kerja Dan Sikap Kerja Dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome Pada Pekerja Penenun Ulos Di Galeri Ulos Sianipar Medan Tahun 2020. J Keperawatan Dan Fisioter. ;3(2):138–45.

Koreani, M., Ahmad, A., & Kurniadi, K. (2021). Faktor Resiko Keluhan Muskuloskeletal Pada Penenun Tradisional Bima Di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Bima Nursing Journal, 3(1), 9–16. Https://Doi.Org/10.32807/Bnj.V3i1.756

Landsbergis, P. et al. (2020) “Occupational risk factors for musculoskeletal disorders among railroad maintenance-of-way workers”, American Journal of Industrial Medicine, 63(5), pp. 1–15. doi: 10.1002/ajim.23099.

Maarif, S. (2021). Destinasi Wisata Adat Ammatoa. Yogyakarta: Gadjah Mada.

Mahakam Jh, Wiranto A, Ramdan Im, Lusiana D, Masyarakat Fk, Mulawarman U, (2019). Musculoskeletal Disorder Pada Pekerja Menurut National Institute Of Berdasarkan Data Bereau Of Labor Statistic U . SDepartment Of Menurut Data Labour Force. ;Iv(8):439–52.

Mallapiang, F., Azriful, Nildawati, Syarfaini, Muis, M., & Adriansyah. (2021). The relationship of posture working with musculoskeletal disorders (MSDs) in the weaver West Sulawesi Indonesia. Gaceta Sanitaria, 35, S15–S18. https://doi.org/10.1016/j.gaceta.2020.12.005

Maksuk, M., Amin, M., & Jaya, I. (2021). Penilaian Risiko Ergonomi Pada Pekerja Tenun Tradisional. Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic), 7(2), 65-71.

Prahastuti, B. S., Djaali, N. A. and Usman, S. (2021) “Faktor Risiko Gejala Muskuloskeletal Disorder ( MSDs ) pada Pekerja Buruh Pasar”, Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(1), pp. 47–54.

Riandy, F., Yuwono, A. A., & Suhardja, G. (2020). Kajian Ergonomi Furniture Pada Area Makan Café Greens & Bean Terhadap Kenyamanan Pengguna. Idealog: Ide Dan Dialog Desain Indonesia, 5(1), 39. http://journals.telkomuniversity.ac.id/idealog/article/view/2861

Ridwan. (2021). Tingkat Pendapatan Dan Kesejahteraan Masyarakat Menjalin Kerukunan Beragama. Bandung: Azka Pustaka.

Simorangkir, R. P., Siregar, S. D., & Sibagariang, E. E. (2021). Hubungan Faktor Ergonomi dengan Keluhan Musculuskeletal Disorders (MsDs) pada Pekerja Pembuatan Ulos. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 6(1), 16. https://doi.org/10.30829/jumantik.v6i1.7615

Yosineba, T. P., Bahar, E. & Adnindya, M. R. (2020). Risiko Ergonomi dan Keluhan Musculoskeletal Disorder pada Pengrajin Tenun Di Palembang. J. Kedokt. dan Kesehat. 7, 59–67

Published

2025-12-31

How to Cite

Kurniawan, A., Mallapiang, F., Azriful, & Djala, F. L. (2025). Efektivitas redesain alat tenun terhadap keluhan muskuloskeletal disorders penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba: The effect of loom redesain on musculoskeletal disorders complaints of Le’leng Tope Salrong Weavers in Tanah Toa Village, Kajang District, Bulukumba Regency . JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA, 8(2), 185–192. https://doi.org/10.47539/jktp.v8i2.484

Issue

Section

Article Research