FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS WAENA

https://doi.org/10.47539/jktp.v3i1.104

Authors

  • Isak Jurun Hans Tukayo Program Studi D4 Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Jayapura, Jayapura
  • Sri Hardyanti Program Studi D4 Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Jayapura, Jayapura,
  • Meyske Stevelin Madeso Program Studi D4 Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Jayapura, Jayapura,

Keywords:

Kepatuhan minum obat, tuberculosis, efek samping, sikap, dukungan keluarga

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang langsung disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosa). Tuberkulosis (TB) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempenaruhi kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di puskesmas Waena. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua penderita TB paru kategori dewasa di Puskesmas Waena dengan jumlah sampel sebesar 66 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 48 orang (72,7%) responden patuh minum obat anti tuberculosis. Mayoritas responden berpengetahuan cukup yaitu 47 responden (71,2%), berdasarkan sikap penderita yang mempunyai sikap baik sebanyak 43 responden (65,2%). Berdasarkan efek samping OAT sebanyak 38 responden (57,6%) tidak ada efek samping OAT. Berdasarkan akses pelayanan kesehatan sebanyak 46 responden (69,7%) menjawab mudah diakses. Berdasarkan sikap petugas kesehatan 44 responden (66,7%) menjawab sikap petugas baik. berdasarkan kepatuhan sebanyak 48 responden (72,7%) patuh, dan sebanyak 18 (27,3%) tidak patuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel independen dan dependen yang diteliti, diantaranya pengetahuan (p= 0,043), sikap penderita TB paru (p= 0,014), efek samping OAT (p= 0,007), akses pelayanan kesehatan (p= 0,002), sikap petugas kesehatan (p= 0,04), dukungan keluarga (p= 0,014). Peningkatan pengetahuan tentang pengobatan TB dan efek samping yang ditimbulkan perlu dilakukan untuk menjaga kesinambungan pengobatan TB.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dhewi, G. I., Armiyati, Y., & Supriyono, M. (2012). Hubungan antara pengetahuan, sikap pasien dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di BKPM Pati. Karya Ilmiah, 1.

Erawatyningsih, E., & Purwanta, H. S. (2009). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru. Berita Kedokteran Masyarakat, 25(3), 117.

Irnawati, N. M., Siagian, I. E., & Ottay, R. I. (2016). Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Tuberkulosis di Puskesmas Motoboi Kecil Kota Kotamobagu. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, 4(1).

Kemenkes RI. (2011). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kemenkes RI. (2018). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta.

Lestari, S., & Mustofa, C. H. (2016). Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Penderita Tbc Untuk Minum Obat Anti Tuberkulosis (Factors contributing patiens’ compliance with Anti Tuberculostatic Drug Therapy). MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal Of Health Science), 1(2).

Niven, N. (2002). Psikologi Kesehatan. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Pare, A. L., Amiruddin, R., & Leida, I. (2012). Hubungan Antara Pekerjaan, PMO, Pelayanan Kesehatan, Dukungan Keluarga, dan Diskriminasi dengan Perilaku Berobat Pasien TB Paru

Prayogo, A. H. E. (2013). Faktor faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat anti Tuberkulosis pada pasien Tuberkulosis Paru di Puskemas Pamulang Tangerang Selatan Provinsi Banten periode Januari 2012–Januari 2013.

Siswanto, T. (2012). Analisis Pengaruh Predisposing, Enabling, dan Reinforcing Factors Terhadap Kepatuhan Pengobatan TB Paru di Kabupaten Bojonegoro.

Ulfah, M. (2013). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis (TBC) di Wilayah Kerja Puskesmas Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2011. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

WHO. (2018). Global Tuberculosis Report. Retrieved 19 Januari, 2019, from https://www.who.int/gho/tb/tb_text/en/

Widyastuti, H. (2016). Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Pekalongan. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Zuliana, I. (2009). Pengaruh Karakteristik Individu, Faktor Pelayanan Kesehatan, dan Faktor Peran Pengawas Menelan Obat Terhadap Tingkat Kepatuhan Penderita TB Paru dalam Pengobatan di Puskesmas Pekan Labuhan Kota Medan. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Published

2020-03-31

How to Cite

Tukayo, I. J. H., Hardyanti, S., & Madeso, M. S. (2020). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS WAENA. JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA, 3(1), 145–150. https://doi.org/10.47539/jktp.v3i1.104

Issue

Section

Article Research